Senin, 14 Februari 2011

NUTRISI PADA IBU HAMIL


BAB I

PENDAHULUAN


A.      LATAR BELAKANG

Bahagia sekali ketika dokter menyatakan bahwa akan ada kehidupan di rahim anda. Untuk mempersiapkan hadirnya sang buah hati perlu bagi calon  ibu tentu saja dengan dibantu sang suami untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk mempersiapkan kebutuhan gizi yang cukup untuk kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin.  
Siapa yang tidak ingin mempunyai bayi sehat dan cerdas? Semua ibu tentu menginginkan bayinya lahir dalam kondisi sehat dan cerdas. Bagi calon ibu, masa-masa kehamilan merupakan saat yang tepat digunakan untuk menciptakan bayi sehat. Syarat utama yang harus diperhatikan adalah nutrisi untuk bayi Anda selama dalam kandungan. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ibu hamil sangat menentukan kondisi bayi yang akan dilahirkan. Saking pentingnya, calon ibu berlomba-lomba memperhatikan nutrisi selama kehamilan, terutama masa-masa awal kehamilan. Fakta menunjukkan, berdasarkan berbagai penelitian para ilmuwan, jika para ibu hamil mengonsumsi makanan yang kaya gizi, dapat mencegah bayi mengidap penyakit jantung, diabetes, kegemukan, dan beberapa tipe penyakit kanker.
Seorang ibu hamil memiliki kebutuhan gizi khusus. Beberapa kebutuhan gizi ibu hamil dapat ditutupi oleh makanan sehat yang seimbang. Selain pilihan makanan sehat, pada saat kehamilan dibutuhkan vitamin. Idealnya adalah tiga bulan sebelum kehamilan
Asupan gizi selama kehamilan harus mendapatkan perhatian lebih. Jangan karena menginginkan sang janin sehat lalu ibu mengkonsumsi semua macam makanan tanpa memperdulikan nutrisi dalam kandungan makanan tersebut. Kebutuhan gizi pada ibu hamil tentunya akan meningkat apalagi saat memasuki kehamilan trisemester kedua, karena pada saat ini pertumbuhan janin berlangsung pesat.


B.       TUJUAN PENULISAN

1.         Tujuan Umum
Untuk mengidentifikasi nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh ibu hamil.
2.         Tujuan Khusus
a.       Untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil,
b.      Untuk mengetahui gangguan nutrisi yang berhubungan dengan ibu hamil.

C.    METODE PENULISAN

Metode Penulisan yang digunakan dalam menyusun makalah ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang bersifat menggambarkan suatu keadaan dengan objektif .
Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penyusunan makalah ini Penulis menggunakan metode pengumpulan data secara: Studi Dokumentasi (Penulis dalam menyusun makalah ini dari beberapa buku dan internet sebagai sumber).

D.    SISTEMATIKA PENULISAN

Adapun sistematika penulisan makalah ini terdiri dari:
BAB I      : PENDAHULUAN
Di dalam pendahuluan ini Penulis menjelaskan tentang latar belakang masalah, tujuan Penulisan, metode Penulisan dan sistematika Penulisan.
BAB II     : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menjelaskan tentang : manfaat nutrisi, nutrisi pada ibu hamil, berat badan selama kehamilan, kebutuhan nutrisi pada ibu hamil, makanan yang harus di hindari, dan tips kesehatan.
BAB III   :  PENUTUP
Bab ini yang berisi tentang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA

BAB II

TINJUAN PUSTAKA

 

A.    MANFAAT NUTRISI

1.    Nutrisi untuk pertumbuhan.
Dengan makanan bergizi, tubuh manusia tumbuh dan dipelihara. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Bagian tubuh yang rusak diganti. Kulit dan rambut terus berganti, sel – sel tubuh terus bertumbuh. Sel-sel tubuh memasak dan mengolah zat makanan yang masak agar zat makanan dapat dipakai untuk pekerjaan tubuh
2.    Makanan sebagai suku cadang.
Dengan makanan bergizi, tubuh manusia tumbuh dan dipelihara. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Bagian tubuh yang rusak diganti. Kulit dan rambut terus berganti, sel – sel tubuh terus bertumbuh. Sel-sel tubuh memasak dan mengolah zat makanan yang masak agar zat makanan dapat dipakai untuk pekerjaan tubuh.
Untuk itu, setelah sakit kita perlu banyak makan makanan bergizi. Begitu juga untuk yang menjalani operasi atau yang baru melahirkan.
3.    Makanan sebagai bensin tubuh.
Makanan juga dibutuhkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi, menyapu, juga berkebun. Dalam keadaan tidurpun tubuh tetap membutuhkan tenaga untuk bernafas, degup jantung, serta tenaga memasak zat makanan dan memakainya. Namun, makanan perlu diatur agar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jumlahnya harus memadai, dan mutunya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari (Nadesul, 1995 : 68).

B.       NUTRISI PADA IBU HAMIL

Pada dasarnya pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu hamil dan menyusui khususnya banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor sosial, psikologis, ekonomi, pengetahuan, mitos, kebudayaan, dan keyakinan serta khusus individual.
Zat makanan sangat penting bagi ibu hamil karena berfungsi untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan zat makanan harus selalu terpenuhi di dalam tubuh ibu hamil karena janin memerlukan gizi untuk perkembangannya.
Menurut Dr. Tina Wardhani Wisesa, kehamilan sangatlah memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan perempuan karena dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dan kejiwaan. Dijelaskan, dalam masa ini akan terjadi penurunan nafsu makan akibat faktor fisik maupun psikis sering muncul diawal kehamilan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya ibu hamil makan dalam jumlah kecil tetapi sering. Makanan yang dimakan, kata Tina, juga hendaknya tidak kekurangan dan tidak juga kelebihan. Namun, yang pasti haruslah banyak mengandung gizi dan cukup mengandung vitamin dan mineral yang banyak yang diperlukan di dalam tubuh ibu hamil. Sebab, ibu hamil sangat memerlukan zat makanan yang lebih banyak dari biasanya karena ibu hamil makan bukan saja untuk kebutuhan dirinya melainkan juga untuk kebutuhan janinya yang berada dalam tubuh.
Kegunaan makanan pada ibu hamil adalah :
·         Untuk perumbuhan janin yang ada dalam kandungan.
·         Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.
·         Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas.
·         Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi

C.      BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN

Kenaikan berat badan rata – rata selama kehamilan adalah 9 – 13,5 kg. Kenaikan bervariasi pada masing-masing wanita dan bergantung pada faktor besar bayi, keadaan plasenta, cairan amnion, penambahan sirkulasi darah, penambahan jaringan cadangan ibu baik dalam bentuk protein maupun lemak, untuk keperluan melahirkan maupun menyusui. Penambahan berat badan per trimester lebih penting daripada penambahan berat badan keseluruhan. Pada trimester pertama kenaikan hanya sedikit antara 0,7 – 1,4 kg. Pada trimester selanjutnya akan terjadi kenaikan berat badan yang dikatakan teratur yaitu 0,35 – 0,4 kg per minggu.

D.      KEBUTUHAN NUTRISI PADA IBU HAMIL

Asupan gizi yang buruk akan menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan ibu juga bayi yang dikandungnya. Misalnya sang ibu bisa menderita anemia dan kurang gizi, sedangkan pada bayi bisa berupa berat badan lahir renda, prematur bahkan keguguran. Berikut nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu selama kehamilan :
1.      Protein.
Protein besar peranannya dalam memproduksi sel-sel darah, dan juga untuk membantu, membangun, dan mengganti jaringan tubuh. Ibu hamil membutuhkan nutrisi ini agar janin tumbuh optimal. Protein dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi tempe, tahu, daging, ayam, telur, susu, dan ikan.
2.      Kalori.
Selama kehamilan, kalori dibutuhkan untuk menghasilkan berat badan bayi yang cukup saat dilahirkan. Pada trisemester pertama, memang tidak dibutuhkan peningkatkan kalori, namun saat memasuki trisemester kedua dan ketiga kehamilan, tubuh membutuhkan 300 kalori per hari. Kalori dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi kacang-kacangan, buah, sereal, beras merah, sayur, kentang.
3.      Kalsium.
Janin membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya, dan menurut penelitian janin membutuhkan 13 mg kalsium dari darah ibu. Jika jumlah kalsium yang ia dapatkan kurang, maka ia akan mengambilnya dari tulang Anda, dan berakibat pada pengeroposan tulang nantinya. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C.
4.      Zat besi.
Kekurangan zat besi dapat meningkatkan resiko cacar pada Anda dan janin. Zat besi dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi bayam, daging merah, hati, ikan, unggas, kerang, telur, kedelai.
5.      Asam Folat (vitamin B).
Asam Folat yang dikonsumsi sejak masa pembuahan dan awal kehamilan mampu mencegah cacat lahir pada otak dan tulang belakang. Per harinya Anda harus mengkonsumsi 400 mg Asam Folat, dan nutrisi ini dapat Anda temui dalam jus jeruk, bayam, oatmeal, brokoli, stroberi, dan roti.
6.      Karbohidrat dan lemak.
Bermanfaat sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dan dapat diperoleh dari serelia dan umbi-umbian.
7.      Cairan.
Cairan dibutuhkan untuk meningkatkan volume darah dan air ketuban. Minumlah setidaknya 6 hingga 8 gelas per hari, baik itu berupa air mineral, jus, teh atau pun sup.
8.      Garam.
Tubuh membutuhkan sekitar 2000 hingga 8000 mg garam per hari, untuk membantu mengatur air dalam darah. Bagi ibu yang terkena darah tinggi atau tidak memerlukan tambahan asupan garam.


piramida
 makanan
 


 









Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil, karena kemungkinan membawa bibit penyakit atau parasit tertentu yang membahayakan janin. Jenis bibit penyakit / parasit yang membahayakan kandungan dan terbawa dalam makanan antara lain:
1.         Listeria
Dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau keracunan darah. Bakteri listeria monocytogenes banyak terdapat pada :
a.       Produk unggas (termasuk telur), ikan atau daging sapi yang diolah setengah matang.
b.      Selada, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih, terutama bila dimakan dalam keadaan mentah.
c.       Beberapa jenis keju lunak, seperti Brie, Camembert, Blue Cheese serta keju lain yang dibuat dari susu kambing atau domba.
2.      Bakteri E. Coli
Sering ditemukan pada daging yang diolah setengah matang, dan susu yang tidak mengalami pasteurisasi. Racun yang dikeluarkannya dapat merusak usus dan ginjal.
3.      Salmonella dan Toksoplasma
Untuk menghindari infeksi bakteri jenis ini, sebaiknya tidak mengkonsumsi daging dan telur dalam bentuk mentah atau setengah matang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil yaitu:
1.      Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.
2.      Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari.
3.      Menggunakan aneka ragam makanan yang ada.
4.      Memilih berbagai macam bahan makanan yang segar.
Bila kondisi badan si ibu tidak terganggu maka jumlah atau besar makanan yang dapat dimakan ialah seperti tercantum pada lampiran. Namun bila terjadi gangguan masa kehamilan maka dapat diatur sebagai berikut :
Pada Trisemester I : Pada umur kehamilan 1-3 bulan kemungkinan terjadi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan adanya gangguan pusing, mual bahkan muntah. Untuk itu dianjurkan porsi makanan kecil tetapi sering. Bentuk makanan kering atau tidak berkuah.
Pada Trisemester II : Nafsu makan ibu membaik, makan makanan yang diberikan : 3 x sehari ditambah 1 x makanan selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti : telur, ikan, daging, teri, hati sangat baik dan bermanfaat untuk menghindari kurang darah.
Pada Trisemester III :
Ø  Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.
Ø  Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit.
Bila terjadi keracunan kehamilan/edema (bengkak-bengkak pada kaki) maka tidak menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.

F.       TIPS KESEHATAN

1.         Tips untuk ibu hamil.
Menjadi ibu hamil membawa banyak perubahan keseharian anda. Salah satu perubahan yang cukup besar adalah perubahan pola makan. Berikut beberapa tips mengenai pola makan bagi ibu hamil:
·           Konsumsilah makanan dengan jumlah lebih banyak dari piramida makanan bagian bawah. Kemudian tambahkan dengan sayuran dan protein, buah, produk susu, dan terakhir makanan berlemak. Dengan konsep paramida, makin ke bawah, makin besar kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya.
·           Menu yang bervariasi pada makanan sangat penting. Hal ini membantu mendapatkan kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan yang anda konsumsi. Variasi menu juga membantu mencegah kebosanan.
·           Bawalah selalu air putih. Minum air dalam jumlah cukup dapat membantu kehamilan sehat. Dengan cukup air, kulit ibu lebih sehat (lebih elastis), serta dapat mengurangi gejala kehamilan umum seperti sembelit, bengkak, dan sebagainya. Minum cukup 8 gelas air sehari. Minuman lain seperti soda, kopi tidak boleh dihitung sebagai perhitungan 8 gelas air.
·           Makanlah dalam jumlah sedikit jika anda memiliki masalah mual atau muntah atau pengurangan ruang di perut ketika hamil. Mengkonsumsi makanan dalam jumlah kecil (namun sering) dapat membantu mengatur kadar gula darah yang membuat anda merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
·           Selalu ingat bahwa penambahan berat badan saat kehamilan merupakan bagian penting dari kehamilan. Hindari diet ataupun pantang pada makanan tanpa berdiskusi dengan praktisi kesehatan anda.
·           Vitamin maupun suplemen tidak dimaksudkan untuk mengganti asupan makanan anda selama kehamilan. Suplemen dan vitamin dimaksudkan untuk membantu mencukupi kebutuhan yang diperlukan ibu hamil. Anda bisa saja mengkonsumsi banyak vitamin, namun beberapa vitamin (seperti vitamin A) dalam jumlah besar dapat menyebabkan kecacatan. Pastikan anda memberitahukan suplemen vitamin kepada praktisi kesehatan.
2.         Tips memberi nutrisi bayi dalam kandungan.
a.       Hindari alkohol karena akan menyebabkan anak kesulitan belajar, perilaku hiperaktif, dan agresif.
b.      Penuhi kebutuhan zat besi karena pada masa kehamailan kebutuhan zat besi akan meningkat dua kali lipat hingga sekitar 30 mg per hari. Zat besi dapat membantu distribusi oksigen melalui sirkulasi darah ibu yang meningkat 50 persen dengan asupan zat besi yang cukup.
c.       Jangan mengonsumsi junkfood dan kurangi asupan kafein karena mengonsumsi 200 mg kafein setiap hari dapat meningkatkan risiko keguguran.
d.      Sebisa mungkin, Anda konsumsi makanan organik karena bebas pestisida, sudah pasti aman dikonsumsi.
e.       Jangan sepelekan minum air yang cukup dan makanan yang mengandung serat, khususnya dalam buah dan sayuran. Minumlah sedikitnya 8 gelas setiap hari. Konsumsi sedikitnya dalam sehari 25-35 gram serat.
f.       Jika mengonsumsi hasil laut, jangan memakan ikan yang mengandung merkuri tinggi, seperti ikan hiu, king mackerel, dan swordfish. Pilihlah yang aman dari merkuri, seperti ikan tuna sebanyak 12 ons setiap minggu.

BAB III

PENUTUP


A.      KESIMPULAN

Kehamilan adalah suatu kejadian yang hampir selalu ditunggu-tunggu. Saat ini pun ibu pada umumnya sudah mengerti bagaimana seharusnya ia lebih menjaga kondisi tubuh demi untuk kelancaran kehamilan dan perkembangan janin dalam kandungan. Jika sebelumnya ia makan hanya untuk dirinya sendiri, kini ia harus mencukupi kebutuhan gizinya untuk janinnya pula. Normalnya, sang ibu mengalami peningkatan berat badan selama kehamilan berlangsung. Kenaikan berat badan yang optimal akan berdampak baik pada kehamilan maupun output persalinannya kelak.
Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Sebagai sumber tenaga yang menghasilkan kalori, karbohidrat dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian. Sementara protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagai sumber zat pengatur, vitamin dan mineral dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran.

B.       SARAN

Diharapkan dengan adanya penjelasan mengenai Kebutuhan Nutrisi untuk ibu hamil ini , dapat menunjang kita dalam  proses pembelajaran pada mata kuliah PKKDM II serta menjadi pedoman dan bahan pembelajaran  dalam melaksanakan profesi kita sebagai perawat nantinya. Oleh karena itu dengan adanya bahan materi ini  diharapkan kita sebagai mahasiswa mampu mengetahui manfaat nutrisi, informasi tentang nutrisi pada ibu hamil, berat badan selama kehamilan, kebutuhan nutrisi pada ibu hamil, makanan yang harus di hindari, dan tips-tips kesehatan dan semoga isi makalah ini dapat membantu kita saat kita turun ke lapangan/masyarakat nantinya.

Minggu, 13 Februari 2011

NUTRISI PADA LANSIA


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Manusia Lanjut Usia (MANULA) dimasukkan ke dalam kelompok rentan gizi, meskipun tidak ada hubungannya dengan pertumbuhan badan , bahkan sebaliknya sudah terjadi involusi dan degenerasi jaringan dan sel-selnya. Timbulnya kerentanan terhadap kondisi gizi disebabkan kondisi fisik, baik anatomis maupun fungsionalnya.
Gigi-geligi pada MANULA mungkin sudah banyak yang rusak bahkan copot, sehingga memberikan kesulitan dalam mengunyah makanan. Maka makanan harus diolah sehingga makanan tidak perlu digigit atau dikunyah keras-keras. Makanan yang dipotong kecil-kecil, lunak dan mudah ditelan akan sangat membantu para MANULA dalam mengkonsumsi makanannya.
Fungsi alat pencernaan dan kelenjar-kelenjarnya juga sudah menurun, sehingga makanan harus yang mudah dicerna dan tidak memberatkan fungsi kelenjar pencernaan.makanan yang tidak banyak mengandung lemak, pada umumnya lebih mudah dicerna, tetapi harus cukup mengandung protein dan karbohidrat. Kadar serat yang tidak dicerna jangan terlalu banyak, tetapi harus cukup tersedia untuk melancarkan peristalsis dan dengan demikian melancarkan pula defaecatie, dan menghindarkan obstipasi.
Patut diingat bahwa keperluan enersi MANULA sidah menurun, jadi jangan di sediakan seperti masih belum berusia lanjut. Ada baiknya bila mereka dijaga jangan sampai menjadi kegemukan karena akan lebih mudah menderita berbagai kelainan atau penyakit gizi yang berhubungan dengan kondisi obesitas. Frekuensi penyakit Diabetes Mellitus, Cardiovascular diseases terdapat meningkat pada kelompok MANULA. Yang umum sangat ditakuti ialah kemungkinan meningkat untuk mendapat penyakit kanker.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  KEBUTUHAN NUTRISI PADA LANSIA DALAM RANGKA PROMOSI KESEHATAN
   Nutrisi yang adekuat merupakan suatu komponen esensial pada ksehatan lansia. Status nutrisi seseorang akan berpengaruh terhadap setiap system tubuh. Bimbingan yang membahas secara langsung tentang kebutuhan nutrisi pada lansia masih sedikit. Pada sebagian lansia, ketiadaan bimbingan ini terjadi karena lansia lebih heterogen daripada orang muda dan kurang mampu dalam menghitung kebutuhan nutrisi mereka melalui nomogram. Kekurangakuratan dan kemudahan untuk memahami informasi dalam membimbing lansia dan para praktisi telah mengarahkan penggunaan statistic apa adanya yang berkaitan dengan status nutrisi lansia.
Secara fisiologis, kebutuhan energi lebih dikaitkan dengan tingkat aktivitas fisik daripada usia kronologis. Kebutuhan asupan kalori sehari-hari yang disarankan (Recommended Daily Allowance [RDA]) pada lansia yang berusia 65 sampai 75 tahun 2300 kkal. RDA untuk lansia di atas usia 75 tahun diturunkan menjadi 2050 kkal, konsumsi kalori dari karbohidrat kompleks yang diharuskan sebanyak 55 sampai 65% dan kurang dari 30% lemak, serta porsi sisanya adalah protein.
Faktor-faktor fisiologis lainnya yang dikaitkan dengan kebutuhan nutrisi yang unik pada lansia adalah menurunnya sensitivitas olfaktorius, perubahan persepsi rasa dan peningkatan kolesistokininyang dapat memengaruhi keinginan untuk makan dan peningkatan rasa kenyang. Proses penuaan itu sendiri sebenarnya tidak mengganggu proses penyerapan vitamin pada berbagai tingkatan yang luas. Namun, laporan-laporan terakhir mengindikasikan bahwa lansia mengalami defisiensi vitamin B12, vitamin D dan asam folat. Perubahan-perubahan dan kebutuhan mineral meliputi rendahnya kebutuhan akan zat besi pada wanita lansia daripada wanita usia produktif. Asupan kalsium sebagai salah satu mineral esensial lainnya bagi lansia sekitar 600 mg per hari untuk wanita. Hal ini hanya menggambarkan 30 sampai 40% dari tingkat kebutuhan yang disarankan. Panduan diet terbaru menyarankan sedikitnya 1000 mg kalsium per hari untuk seluruh lansia dan 1500 mg per hari untuk wanita lansia yang tidak menggunakan esterogen. Suplemen kalsium tidak akan diabsorpsi secara merata. Karena perbedaan derajat keasaman yang dibutuhkan untuk absorpsi yang sesuai, kalsium sitrat malat merupakan bentuk yang lebih dipilih untuk diberikan bagi lansia yang mengalami hipoklohidria atau aklorhidria.
Pada proses penuaan yang normal, peningkatan jaringan adipose secara normal dapat menyertai penurunan massa tubuh dan cairan tubuh total. Meskipun hasil studi memperlihatkan bahwa orang-orang Amerika mengkonsumsi sedikit lemak, prevalensi obesitas telah meningkat 133% dalam 10 tahun terakhir. Lemak tubuh yang berlebihan sebaiknya akan merugikan lansia. Buku penuntun diet yang baru telah menekankan tentang pentingnya mempertahankan berat badan yang stabil dan mengikuti program diet dan olahraga yang tepat dalam seluruh rentang waktu kehidupan.
1.    Pencagahan Primer
Proses penuaan mempengaruhi kebutuhan nutrisi dan status nutrisi pada 30 juta lansia, 6 juta dari mereka berisiko tinggi terhadap malnutrisi. Studi-studi mengindikasikan bahwa lansia yang memiliki penghasilan kurang dari 6000 dolar per tahun atau kurang dari 35 dolar per minggu untuk komsumsi makanan dan para lansia yang mengunjungi rekan atau keluarganya kurang dari dua kali per minggu, dan para lansia yang kelebihan berat badan sebesar 25 kg atau yang kekurangan berat badan 10 kg adalah mereka yang beresiko tinggi mengalami malnutrisi, selain dari jutaan orang yang mengalami kekurangan nutrisi.
          Faktor-faktor sosioekonomi, juga penderita penyakit kronis dan polifarmasi, turut berperan terhadap masalah malnutrisi yang actual atau potensial bagi lansia. Instrument pengkajian sebagaimana yang telah di kembangkan oleh program  Nutrition Screening Initiative untuk menentukan  status nutrisi direkomundasikan dapat di gunakan oleh seluruh pemberi pelayanan kesehatan. Lembaran instrument ini tersedia  melalui  Nutrition Screening Initiative, 1010 Wisconsin Avenue  NW, Washington, DC 20007. Suatu upaya yang konsisten untuk mengidentifikasi lansia dengan gangguan nutrisi demikian juga untuk resiko gangguan nutrisi yang seharusnya menjadi prioritas jika tujuan nasional untuk promosi kesehatan dan pencegahan penyakit ingin di capai.
2.    Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder di mulai dengan pengkajian yang seksama terhadap klien dan upaya-upaya untuk mengidentifikasi sumber masalah gisi. Kesalahan pengaturan metabolisme seharusnya di perbaiki dan pemberian obat-obatan untuk kondisi-kondisi kronis dapat di sesuaikan untuk mengurangi efek samping yang mengganggu nutrisi yang normal. Depresi yang tidak terditeksi asupan diet dan malnutrisi. Selain itu, suatu pengkajian nutrisi adalah penting untuk menentukan tujuan yang realistis dan tepat pada lansia dengan masalah nutrisi. Pelayanan ahli diet akan menguntungkan bagi klien.
          Banyak lansia tidak mengetahui bagaimana kebutuhan nutrisi mereka mengalami perubahan sebagai akibat penuaan. Oleh karena itu, seluruh pemberi layanan kesehatan perluh di siapkan untuk memberikan informasi yang akurat dan terbaru tentang nutrisi normal, demikian juga tentang kebutuhan nutrisi  yang menyertai proses penyakit. Suatu penelitian terbaru  mengemukakan bahwa perawat tidak di persiapkan secara adekuat untuk memberikan jenis instruksi  ini kepada klien lansia.
          Asuhan keperawatan adalah suatu bagian penting dalam memperbaiki asupan nutrisi pada  institusi  pelayanan akut maupun pelayanan jangka panjang. Dedikasi di perluhkan untuk meyakinkan bahwa  kebutuhan nutrisi klien di masukan sebagai bagian dari rencana keperawatan secara total. Mengizinkan pemberian suplemen dalam kaleng  untuk pembangun tubuh  yang di letakan di meja disamping  tempat tidur atau  untuk di kembalikan pada bagian gizi tidak akan membantu memfasilitasi  asupan yang adekuat. Suplemen sangat baik  digunakan di antara waktu makan dan sering ditoleransi dengan baik jika disajikan  dalam keadaan dingin.  Alternatif -alternatif  makanan, seperti nutrisi  parenteral  total dan pemberian makanan dengan penduga lambung, mungkin diperluhkan  jika  asupan yang adekuat tidak dapat di pertahankan melalui rute oral.
          Keterlibatan keluarga  sangat penting untuk menyediakan nutrisi yang baik di semua lingkungan. Kemampuan untuk memberikan makanan kesukaan lansia dan memberikan atmosfer sosial yang mendorong asupan makanan adalah hal terbaik yang dapat dilakukan oleh keluarga. Keluarga sering memiliki keinginan yang kuat untuk berpatisipasi dalam cara ini dan berespon baik terhadap saran-saran yang terdapat pada table berikut ini:
Teknik-Teknik Untuk Meningkatkan Asupan Makanan Ketika Nafsu Makan Rendah

Tambahkan susu bubuk kering tanpa lemak pada makanan yang mengandung banyak cairan (kaldu, kentang tumbuk, puding, sereal yang dimasak).
Berikan berbagai variasi makanan kecil di antara  waktu makan, berbagai tekstur dan rasa manis yang bervariasi.
Tawarkan makanan paling banyak pada siang hari ketika lansia merasa sangat lapar (biasanya pada pagi hari).
Anjurkan pemberian makanan dengan ukuran kecil yang mudah di makan sendiri.
Tambahkan margarin tambahan pada sayur-sayuran, saus, dan makanan berkrim.
Sajikan suplemen nutrisi  dalam keadaan dingin atau di siapkan dalam bentuk shake.
Anjurkan keluarga untuk membawa makanan kesukaan klien.

Walaupun suplemen tidak perluh digunakan dalam keadaan yang seimbang, laporan terbaru saat ini tidak memenuhi jumlah makanan harian yang dianjurkan. Dosis yang berlebihan di atas jumlah asupan harian yang dianjurkan tidak dianjurkan pada saat ini dan terbukti dapat merugikan jika digunakan dalam waktu yang lama.
Rekomendasi tambahan termasuk penggunaan makanan berserat untuk meningkatkan asupan vitamin dan mineral, dan meningkatkan defekasi yang normal. Rekomendasi asupan serat yang disarankan saat ini sekitar 20 sampai 35 gram serat per hari.


B.   PROSES MENUA
Proses menua dapat terlihat secara fisik dengan perubahan yang terjadi pada tubuh dan berbagai organ serta penurunan fungsi tubuh serta organ tersebut. Perubahan secara biologis ini dapat mempengaruhi status gizi pada masa tua. Antara lain :
Ø Massa otot yang berkurang dan massa lemak yang bertambah, mengakibatkan juga jumlah cairan tubuh yang berkurang, sehingga kulit kelihatan mengerut dan kering, wajah keriput serta muncul garis-garis menetap. Oleh karena itu, pada lansia seringkali terlihat kurus.
Ø Penurunan indera penglihatan akibat katarak pada lansia sehingga dihubungkan dengan kekurangan vitamin A, vitamin C dan asam folat. Sedangkan gangguan pada indera pengecap dihubungkan dengan kekurangan kadar Zn yang juga menyebabkan menurunnya nafsu makan. Penurunan indera pendengaran terjadi karena adanya kemunduran fungsi sel syaraf pendengaran.
Ø Dengan banyaknya gigi yang sudah tanggal, mengakibatkan gangguan fungsi mengunyah yang dapat berdampak pada kurangnya asupan gizi pada usia lanjut.
Ø Penurunan mobilitas usus, menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan seperti perut kembung, nyeri yang menurunkan nafsu makan, serta susah BAB yang dapat menyebabkan wasir.
Ø Kemampuan motorik menurun, selain menyebabkan menjadi lamban, kurang aktif dan kesulitan menyuap makanan, juga dapat mengganggu aktivitas kegiatan sehari-hari.
Ø Pada usia lanjut terjadi penurunan fungsi sel otak, yang menyebabkan penurunan daya ingat jangka pendek, melambatnya proses informasi, kesulitan berbahasa, kesulitan mengenal benda-benda, kegagalan melakukan aktivitas yang mempunyai tujuan (apraksia) dan gangguan dalam menyususn rencana, mengatur sesuatu, mengurutkan, daya abstraksi, yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam emlakukan aktivitas sehari-hari yang disebut dimensia atau pikun. Gejala pertama adalah pelupa, perubahan kepribadian, penurunan kemampuan untuk pekerjaan sehari-hari dan perilaku yang berulang-ulang, dapat juga disertai delusi paranoid atau perilaku anti sosial lainnya.
Ø Akibat proses menua, kapasitas ginjal untuk mengeluarkan air dalam jumlah besar juga bekurang. Akibatnya dapat terjadi pengenceran natrium sampai dapat terjadi hiponatremia yang menimbulkan rasa lelah.
Ø Incontinentia urine (IU) adalah pengeluaran urin diluar kesadaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar yang sering diabaikan pada kelompok usia lanjut, sehingga usia lanjut yang mengalami IU seringkali mengurangi minum yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Ø Secara psikologis pada usia lanjut juga terjadi ketidakmampuan untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi yang dihadapinya, antara lain sindrom lepas jabatan yang mengakibatkan sedih yang berkepanjangan.

v BATASAN USIA LANSIA
Batasan : lansia adalah mereka yang telah diatas usia 65 tahun
Menurut Durmin : Young ederly (65-75 th), older ederly (75 th)
Munro dkk : older ederly dibagi 2, usia 75-84 th dan 85 th
M.Alwi Dahlan : usia diatas 60 th
Menurut usia pensiun : usia diatas 56 th
WHO : usia pertengahan(45-59), usia lanjut(60-74), usia tua(75-90), usia sangat tua(>90)


C.  KEBUTUHAN NUTRISI PADA LANSIA
v  Kalori
Hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan metabolisme basal pada orang-orang berusia lanjut menurun sekitar 15-20%, disebabkan berkurangnya massa otot dan aktivitas. Kalori (energi) diperoleh dari lemak 9,4 kal, karbohidrat 4 kal, dan protein 4 kal per gramnya. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein, 20% dari lemak, dan sisanya dari karbohidrat. Kebutuhan  kalori untuk lansia laki-laki sebanyak 1960 kal, sedangkan untuk lansia wanita 1700 kal. Bila jumlah kalori yang dikonsumsi berlebihan, maka sebagian energi akan disimpan berupa lemak, sehingga akan timbul obesitas. Sebaliknya, bila terlalu sedikit, maka cadangan energi tubuh akan digunakan, sehingga tubuh akan menjadi kurus.
v Protein
Untuk lebih aman, secara umum kebutuhan protein bagi orang dewasa per hari adalah 1 gram per kg berat badan. Pada lansia, masa ototnya berkurang. Tetapi ternyata kebutuhan tubuhnya akan protein tidak berkurang, bahkan harus lebih tinggi dari orang dewasa, karena pada lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen (protein) oleh tubuh telah berkurang (disebabkan pencernaan dan penyerapannya kurang efisien). Beberapa penelitian merekomendasikan, untuk lansia sebaiknya konsumsi proteinnya ditingkatkan sebesar 12-14% dari porsi untuk orang dewasa. Sumber protein yang baik diantaranya adalah pangan hewani dan kacang-kacangan.
v Lemak
Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30% atau kurang dari total kalori yang dibutuhkan. Konsumsi lemak total yang terlalu tinggi (lebih dari 40% dari konsumsi energi) dapat menimbulkan penyakit atherosclerosis (penyumbatan pembuluh darah ke jantung). Juga dianjurkan 20% dari konsumsi lemak tersebut adalah asam lemak tidak jenuh (PUFA = poly unsaturated faty acid). Minyak nabati merupakan sumber asam lemak tidak jenuh yang baik, sedangkan lemak hewan banyak mengandung asam lemak jenuh.
v Karbohidrat dan serat makanan
Salah satu masalah yang banyak diderita para lansia adalah sembelit atau konstipasi (susah BAB) dan terbentuknya benjolan-benjolan pada usus. Serat makanan telah terbukti dapat menyembuhkan kesulitan tersebut. Sumber serat yang baik bagi lansia adalah sayuran, buah-buahan segar dan biji-bijian utuh. Manula tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen serat (yang dijual secara komersial), karena dikuatirkan konsumsi seratnya terlalu banyak, yang dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat diserap tubuh. Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks, yang berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang berfungsi sebagai sumber energi dan sumber serat.
v Vitamin dan mineral
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa umumnya lansia kurang mengkonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E umumnya kekurangan ini terutama disebabkan dibatasinya konsumsi makanan, khususnya buah-buahan dan sayuran, kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Kebutuhan vitamin dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
v Air
Cairan dalam bentuk air dalam minuman dan makanan sangat diperlukan tubuh untuk mengganti yang hilang (dalam bentuk keringat dan urine), membantu pencernaan makanan dan membersihkan ginjal (membantu fungsi kerja ginjal). Pada lansia dianjurkan minum lebih dari 6-8 gelas per hari.

Makanan Sehat Bagi Lansia
Makanan sehat bagi lansia antara lain mencakupi empat sehat lima sempurna dengan porsi yang kurang dari orang dewasa kecuali asupan protein dan vitamin serta mineral, dimana kalsium dan zat besi juga memerankan peranan yang penting untuk metabolisme tubuh. Berikut ini disajikan beberapa contoh makanan sehat untuk manula yang telah dikelompokkan:
·       Sumber Karbohidrat: Nasi, jagung, ketan, bihun, biskuit, kentang, mie instan, mie kering, roti tawar, singkong, talas, ubi jalar, pisang nangka, makaroni
·       Sumber Protein Hewani: Daging ayam, daging sapi, hati (ayam atau sapi), telur unggas, ikan mas, ikan kembung, ikan sarden, bandeng, baso daging
·       Sumber Protein Nabati: Kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, tahu, tempe, oncom
·       Buah-buahan: Pepaya, belimbing, alpukat, apel, jambu biji, jeruk, mangga, nangka, pisang ambon, sawo, semangka, sirsak, tomat
·       Sayuran: Bayam, buncis, beluntas, daun pepaya, daun singkong, katuk, kapri, kacang panjang, kecipir, sawi, wortel, selada
·       Kue: Bika ambon, dadar gulung, getuk lindri, apem, kroket, kue pia, kue putu, risoles
·       Susu: Susu sapi, susu kambing, susu kerbau, susu kedelai, skim :-)


Berdasarkan kegunaannya bagi tubuh, zat gizi dibagi ke dalam tiga kelompok
besar, yaitu :
1. Kelompok zat energi.
a. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat seperti beras, jagung, gandum,
ubi, roti, singkong dll, selain itu dalam bentuk gula seperti gula, sirup, madu
dll.
b. Bahan makanan yang mengandung lemak seperti minyak, santan, mentega,
margarine, susu dan hasil olahannya.
2. Kelompok zat pembangun
Kelompok ini meliputi makanan – makanan yang banyak mengandung protein,
baik protein hewani maupun nabati, seperti daging, ikan, susu, telur, kacangkacangan
dan olahannya.
3. Kelompok zat pengatur
Kelompok ini meliputi bahan-bahan yang banyak mengandung vitamin dan
mineral, seperti buah-buahan dan sayuran.

«  Menu harian untuk lansia
Para ahli gizi menganjurkan bahwa untuk lansia yang sehat, menu sehari-hari hendaknya :
  1. Tidak berlebihan, tetapi cukup mengandung zat gizi sesuai dengan persyaratan kebutuhan lansia.
  2. Bervariasi jenis makanan dan cara olahnya
  3. Membatasi konsumsi lemak yang tidak kelihatan (menempel pada bahan pangan, terutama pangan hewani)
  4. Membatasi konsumsi gula dan minuman yang banyak mengandung gula
  5. Menghindari konsumsi garam yang terlalu banyak, merokok dan minuman beralkohol
  6. Cukup banyak mengkonsumsi makanan berserat (buah-buahan, sayuran dan sereal) untuk menghindari sembelit atau konstipasi
  7. Minuman yang cukup.
Menu makanan manula dalam sehari dapat disusun berdasarkan konsep ‘4 sehat 5 sempuna” atau “Konsep gizi seimbang” diantaranya :
·      Kelompok makanan pokok (utama) : nasi (1 porsi= 200 gram)
·      Kelompok lauk pauk : daging (1 potong= 50 gram), tahu (1 potong = 25 gr)
·      Kelompok sayuran : bayam (1 mangkok = 1001 gr)
·      Kelompok buah-buahan : pepaya (1 potong = 100 gr) dan susu (1 gelas = 100 gr)

v  Kelompok makanan dan jenis makanan
ü  Karbohidrat : nasi, jagung, ketan, bihun, biskuit, kentang, mie, roti, singkong, talas, ubi-ubian, pisang, nangka, makaroni
ü  Protein hewani : daging sapi, daging ayam, hati (ayam atau sapi), telur unggas, ikan, baso daging
ü  Protein nabati : kacang-kacangan, tahu, tempe, oncom
ü  Buah-buahan : pepaya, belimbing, alpukat, apel, jambu biji, jeruk, mangga, nangka, pisang, awo, sirsak, semangka
ü  Sayuran : bayam, buncis, beluntas, daun pepaya, daun singkong, katuk, kapri, kacang panjang, kecipir, sawi, wortel, selada
ü  Makanan jajanan : bika ambon, dadar gulung, getuk lindri, apem, kroket, kue putu, risoles
ü  Susu : susu kambing, susu kedelai, skim

v  Menu untuk manula dalam sehari
WAKTU
MENU
PORSI
Pagi
Roti-telur-susu
1 tangkep 1 gelas
Selingan
Papais
2 bungkus
Siang
Nasi
1 piring

Semur
1 potong

Pepes tahu
1 bungkus

Sayur bayam
1 mangkok

Pisang
1 buah
Selingan
Kolak pisang
1 mangkok
Malam
Mie baso
1 mangkok

Pepaya
1        buah



D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN GIZI PADA LANSIA
  • Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong.
  • Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis, asin, asam, dan pahit.
  • Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran.
  • Rasa lapar menurun, asam lambung menurun
  • Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi
  • Penyerapan makanan di usus menurun.
v Masalah Gizi pada Lansia

1. Gizi berlebih
  Gizi berlebih pada lansia banyak terjadi di negara-negara barat dan kota-kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat badan berlebih, apalai pada lansia penggunaan kalori berkurang karena berkurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan itu sulit untuk diubah walaupun disadari untuk mengurangi makan.Kegemukan merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit, misalnya : penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi.
2. Gizi kurang
    Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah-masalah social ekonomi dan juga karena gangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan menyebabkan berat badan kurang dari normal. Apabila hal ini disertai dengan kekurangan protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki, akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, kemungkinan akan mudah terkena infeksi.


3. Kekurangan vitamin
Bila konsumsi buah dan sayuran dalam makanan kurang dan ditambah dengan kekurangan protein dalam makanan akibatnya nafsu makan berkurang, penglihatan menurun, kulit kering, penampilan menjadi lesu dan tidak bersemangat.

v  Status gizi pada usia lanjut
·      Metabolisme basal menurun, kebutuhan kalori menurun, status gizi lansia cenderung mengalami kegemukan/obesitas
·      Aktivitas/kegiatan fisik berkurang, kalori yang dipakai sedikit, akibatnya cenderung kegemukan/obesitas
·      Ekonomi meningkat, konsumsi makanan menjadi berlebihan, akibatnya cenderung kegemukan/obesitas
·      Fungsi pengecap/penciuman menurun/hilang, makan menjadi tidak enak dan nafsu makan menurun, akibatnya lansia menjadikurang gizi (kurang energi protein yang kronis
·      Penyakit periodontal (gigi tanggal), akibatnya kesulitan makan yang berserat (sayur, daging) dan cenderung makan makanan yang lunak (tinggi klaori), hal ini menyebabkan lansia cenderung kegemukan/obesitas
·      Penurunan sekresi asam lambung dan enzim pencerna makanan, hal ini mengganggu penyerapan vitamin dan mineral, akibatnya lansia menjadi defisiensi zat-zat gizi mikro
·      Mobilitas usus menurun, mengakibatkan susah buang air besar, sehingga lansia menderita wasir yang bisa menimbulkan perdarahan dan memicu terjadinya anemia
·      Sering menggunakan obat-obatan atau alkohol, hal ini dapat menurunkan nafsu makan yang menyebabkan kurang gizi dan hepatitis atau kanker hati
·      Gangguan kemampuan motorik, akibatnya lansia kesulitan untuk menyiapkan makanan sendiri dan menjadi kurang gizi
·      Kurang bersosialisasi, kesepian (perubahan psikologis), akibatnya nafsu makan menurun dan menjadi kurang gizi
·      Pendapatan menurun (pensiun), konsumsi makanan menjadi menurun akibatnya menjadi kurang gizi
·      Dimensia (pikun), akibatnya sering makan atau malah jadi lupa makan, yang dapat menyebabkan kegemukan atau pun kurang gizi.

10 Langkah agar dapat hidup lebih lama, sehat, dan berarti untuk lansia
1.  Menciptakan pola makan yang baik, kemudian bersahabat dengannya. Cobalah menciptakan suasana yang menyenangkan di meja makan semenarik mungkin sehingga dapat menimbulkan selera
2. Memperkuat daya tahan tubuh.
Makanlah makanan yang mengandung zat gizi yang mengandung zat gizi yang penting untuk kekebalan, seperti : biji-bijian utuh, sayuran berdaun hijau, makanan laut.
3.    Mencegah tulang agar tidak menjadi keropos dan mengerut
Santaplah makanan yang mengandung vitamin D. Pada usia diatas 60 tahun kemampuan penyerapan kalsium menurun, vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh, contoh makanan sumber vitamin D adalah susu
4.    Memastikan agar saluran pencernaan tetap sehat, aktif dan teratur
Karena itu harus makan sedikitnya 20 gram makanan yang mengandung serat, seperti biji-bijian, jeruk dan sayuran yang berdaun hijau tua
5.    Menyelamatkan penglihatan dan mencegah terjadinya katarak
Santaplah makanan yang mengandung vitamin C, E dan B karoten (antioksidan), seperti : sayuran berwarna kuning dan hijau, jeruk sitrun dan buah lain
6.    Mengurangi resiko penyakit jantung
Yaitu dengan membatasi makanan berlemak yang banyak mengandung kolesterol dan natrium dan harus banyak makan makanan yang kaya vitamin B6, B12, asam folat, serat yang larut, kalsium dan aklium, seperti biji-bijian utuh, susu tanpa lemak, kacang kering daging tidak berlemak, buah, termasuk nanas dan sayuran.
7. Agar ingatan tetap baik dan sistem syaraf tetap bagus, harus banyak makan vitamin B6, B 12 dan asam folat
8. Mempertahankan berat badan ideal dengan jalan tetap aktif secara fisik, makan rendah lemak dan kaya akan karbohidrat kompleks
9. Menjaga agar nafsu makan tetap baik dan otot tetap lentur
Dengan jalan melakukan olah raga aerobik (berjalan atau berenang). Olah raga dilakukan menurut porsi masing-masing usia serta tingkat kebugaran setiap orang
10. Tetaplah berlatih


BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Status nutrisi seseorang akan berpengaruh terhadap setiap system tubuh. Kebutuhan asupan kalori sehari-hari yang disarankan (Recommended Daily Allowance [RDA]) pada lansia yang berusia 65 sampai 75 tahun 2300 kkal. RDA untuk lansia di atas usia 75 tahun diturunkan menjadi 2050 kkal, konsumsi kalori dari karbohidrat kompleks yang diharuskan sebanyak 55 sampai 65% dan kurang dari 30% lemak, serta porsi sisanya adalah protein.
Proses menua dapat terlihat secara fisik dengan perubahan yang terjadi pada tubuh dan berbagai organ serta penurunan fungsi tubuh serta organ tersebut.

B.  Saran
Patut diingat bahwa keperluan enersi MANULA sidah menurun, jadi jangan di sediakan seperti masih belum berusia lanjut. Ada baiknya bila mereka dijaga jangan sampai menjadi kegemukan karena akan lebih mudah menderita berbagai kelainan atau penyakit gizi yang berhubungan dengan kondisi obesitas. Frekuensi penyakit Diabetes Mellitus, Cardiovascular diseases terdapat meningkat pada kelompok MANULA.